Penyebab Kopi Jadi Cepat “Eneg”

Pernah nggak sih kamu minum kopi yang baru aja di tegukan pertama rasanya udah kerasa enak banget, tapi semakin lama diminum semakin kerasa berat untuk menghabiskan kopinya? Bukan karena rasa kopinya yang berubah jadi nggak enak atau semakin pahit. Bukan juga karena rasanya terlalu manis karena sudah ditambahkan pemanis. Tapi benar-benar seperti ada rasa nggak terlihat yang membuat perasaan cepat eneg. Baru minum kopinya beberapa tegukan saja, tapi rasanya seperti sudah cukup dan nggak mau lanjut minum lagi.
Di sisi lain ada juga kopi yang rasanya biasa saja di awal, tapi tahu-tahu saja kopinya sudah habis diminum. Kopi nya memang nggak menimbulkan rasa aneh di lidah, nggak ada perasaan mual atau pusing juga, dan nggak membuat perasaan ingin minum air putih secepatnya seolah mau menghilangkan rasa kopi yang tertinggal. Kopi yang seperti ini lah yang justru bagus dan paling dicari untuk dijadikan teman nongkrong dalam waktu yang lama. Karena kopinya nggak bikin eneg atau perasaan-perasaan tidak nyaman di lambung.
Sebenarnya untuk bisa menyajikan kopi yang enak dan nggak bikin cepat eneg itu bukan hanya dari harga kopinya mahal atau tidak, juga bukan dari metode seduhnya antara yang sederhana atau yang ribet. Tapi untuk bisa menyajikan kopi yang bagus poin utamanya ada di keseimbangan nya.
Rasa yang dihasilkan dari kopi itu sederhana nya memiliki ciri khas rasa: pahit, sedikit asam natural, kadang ada rasa manis yang terbentuk alami, kadang ada sensasi rasa tebal yang tertinggal di mulut atau biasa disebut dengan body. Kalau salah satu saja rasanya terlalu dominan, biasanya mulai muncul rasa eneg ketika kopinya diminum. Misalnya rasanya terlalu pahit sampai getirnya menempel di lidah. Atau rasanya terlalu asam sampai terasa sangat tajam dan membuat perut jadi nggak nyaman. Atau bahkan bisa juga rasanya terlalu manis karena kebanyakan gula dan krimer yang ditambahkan sehingga ketika diminum terasa berat.
Kalau ingin menyajikan kopi yang nyaman untuk diminum dalam waktu lama maka perlu memastikan kopi yang dibuat mempunyai rasa yang seimbang. Dalam artian seimbang dalam semua aspek rasa utama dari kopinya. Rasa pahit kopinya tetap ada, tapi tidak menusuk lidah. Rasa asamnya tetap terasa, tapi nggak sampai membuat dahi jadi berkerut. Body-nya juga cukup, tidak terlalu tipis seolah itu minuman tawar juga tidak terlalu tebal sehingga tidak terasa seperti minum sesuatu yang terlalu kental.
Tapi seringkali yang membuat rasa kopi jadi cepat eneg justru bukan karena kopinya, tapi karena tambahan di dalamnya. Misalnya seperti gula yang berlebihan, susu atau air yang terlalu banyak, dan pemakaian sirup yang macam-macam. Di awal kopinya bisa jadi terasa enak karena rasa manis cenderung mudah diterima oleh lidah kita, tapi lama-kelamaan lidah juga akan lelah karena rasa manis yang dikonsumsi terus-menerus bisa jadi membosankan dan berat.
Makanya nggak heran kalau banyak orang yang setelah mencoba varian kopi-kopi susu kekinian pada akhirnya akan kembali lagi ke kopi yang lebih sederhana. Kopi hitam yang rasanya lebih clean, atau kopi-kopi yang tidak banyak tambahan pemanis lainnya. Karena semakin sederhana komposisi kopinya, maka semakin kecil juga kemungkinan rasanya bertabrakan dan bikin eneg.
Lalu selain dari komposisi nya, cara sangrai kopinya juga bisa berpengaruh. Kopi yang terlalu gelap sangrai nya kadang bisa menghasilkan rasa pahit yang dominan dan juga ada rasa sedikit gosong. Bagi sebagian orang kopi seperti ini memang bisa jadi itu kopi yang enak. Tapi buat yang lain, kopi dengan sedikit taste kopi terbakar ini bisa membuat jadi cepat mual, apalagi kalau kopi nya diminum saat perut dalam keadaan kosong. Dan sebaliknya, kopi yang terlalu ringan juga kadang bisa memunculkan rasa asam yang terlalu tajam.
Kopi yang nggak bikin cepat eneg biasanya akan ada di tengah-tengah level sangrai nya. Jadi nggak dibuat terlalu gelap tapi juga nggak terlalu terang. Karakter rasanya yg dihasilkan bisa lebih jelas dan tidak ada komposisi yang berlebihan.

Faktor lain yang sering dilupakan ketika menyajikan kopi adalah tentang kebersihan rasa nya. Maksud dari bersih disini adalah kopi yang diolah dengan baik biasanya bisa menghasilkan rasa yang “bersih” dengan tidak ada rasa aneh, tidak ada rasa getir yang mengganggu, juga tidak ada sisa rasa pahit yang kasar di mulut. Sensasi rasa akhirnya seharusnya menghasilkan rasa yang halus di lidah dan cepat hilang, jadi bisa membuat orang ingin segera menyeruput kopi nya lagi. Beda dengan kopi rasa pahitnya kasar dan tertinggal lama di lidah. Baru satu-dua teguk saja, mulut rasanya sudah penuh dengan rasa pahit kopinya, yang akhirnya mmebuat rasa eneg mulai muncul.
Lalu suhu juga mempunyai peran yang penting. Kopi yang terlalu panas bisa melukai lidah, tapi kopi yang terlalu dingin juga bisa membuat rasa pahit nya lebih terasa. Jadi kalau membuat kopi dnegan suhu yang pas bisa membuat rasa nya jadi lebih seimbang dan nyaman diminum walaupun dihabiskan nya pelan-pelan.
Namun menariknya rasa eneg yang muncul juga bisa sangat personal. Ada orang yang tidak tahan dengan kopi terlalu asam, ada yang langsung mual kalau rasa pahitnya terlalu kuat, ada juga yang justru tidak nyaman dengan rasa kopi yang terlalu creamy. Setiap orang bisa mempunyai batas nya yg berbeda-beda. Tapi secara umum dari semua penjelasan diatas, kopi yang tidak membuat eneg mempunyai beberapa ciri khas rasanya seimbang, tidak berlebihan tidak terlalu manis, pahit, atau asam dan juga mempunyai aftertaste yang bersih. Yang ketika setelah kopinya ditelan dia tidak meninggalkan rasa yang berat di mulut.
Jadi kunci utamanya kopi yang bagus itu bukan kopi yang membuat kita terkesan dari tegukan pertama nya saja, tapi kopi yang bisa membuat kita terus-menerus ingin minum lagi di tegukan berikutnya. Karena rasa kopinya nyaman di mulut dan tidak membuat perasaan aneh di perut, jadi orang bisa menghabiskan kopinya tanpa terasa yang tahu-tahu sudah habis saja.
Kalau kamu minum kopi dan sudah habis setengah gelas lalu masih ingin lanjut untuk menghabiskan kopi mu, berarti kamu baru saja menemukan kopi yang bagus. Karena rasanya tidak membuat mual tapi justru bisa membuat kamu betah untuk terus meminumnya. Dan kopi seperti inilah yang jadi definisi kopi sederhana yang sebenarnya yang banyak orang cari setiap hari.

Previous Post
Next Post