Bingung Mau Jual Kopi Sachet, Kopi Literan, Atau Kopi Fresh Brew?
Social media dan marketplace kami:
+62 853-7252-5758

Bingung Mau Jual Kopi Sachet, Kopi Literan, Atau Kopi Fresh Brew?

white and blue ceramic mug with stainless steel spoon

Sebagai pemilik warung kopi, kamu pasti pernah memikirkan tentang: “Kopi apa ya yang paling cocok dijual di tempatku?”
Apa cukup cuma pakai kopi sachet saja biar secara operasional nya bisa cepat dan juga murah? Apa harus mulai produksi kopi literan karena sedang tren? Atau malah harus investasi di alat seduh kopi manual agar bisa jual fresh brew juga?

Walaupun sebenarnya kopi apapun yang akan kamu jual, setiap jenis kopi punya kelebihan dan kekurangan nya masing-masing, tergantung siapa pelangganmu dan seperti apa konsep warung kopi yang mau kamu tonjolkan. Di bawah ini untuk beberapa perbedaan yang paling terlihat antara kopi sachet, kopi literan, dan kopi fresh brew. Siapa tahu setelah membaca artikel ini kamu jadi bisa memutuskan kopi apa yang mau kamu jual dan siapa target pasar yang mau kamu raih.


1. Kopi Sachet: Kopi Praktis, Murah, dan Ramah Modal

Kopi sachet adalah kopi andalan klasik mayoritas warung kopi yang ada di Indonesia. Tinggal kamu buka bungkus kopi nya dan tuang ke dalam cangkir, lalu seduh air panas, tuang air panas tadi ke dalam cangkir kopi dan aduk sebentar, selesai deh kopi mu sudah siap. Tapi jangan salah: di balik proses nya yang sangat sederhana, kopi sachet justru bisa jadi senjata ampuh kalau kamu tahu cara memaksimalkannya potensi rasa nya.

Kelebihan dari kopi sachet:

  • Super praktis: cocok saat warung sedang ramai, pelanggan buru-buru dan mau kopi nya cepat selesai dibuatkan, atau saat kamu belum punya banyak staf untuk membantu operational mu.
  • Harga terjangkau: dengan modal Rp1.000–1.500 untuk 1 bungkus kopi sachet, kamu sudah bisa menjualnya di harga Rp3.000–Rp5.000 per cangkir.
  • Rasa stabil dan familiar: pelanggan sudah tahu rasa dari beberapa merek terkenal kopi sachet, jadi kalau kamu pakai kopi sachet ini maka potensi untuk pelanggan komplain tehadap rasa kopi mu akan sangat sedikit.

Kekurangan dari kopi sachet:

  • Kurang spesial: karena pelanggan bisa bikin sendiri kopi sachet di rumah, kamu perlu memberi added value agar mereka tetap mau ngopi di tempatmu.
  • Mudah dianggap “murahan” jika tidak dikemas dengan baik.

Kopi sachet ini lebih cocok untuk:

  • Warung kopi di pinggir jalan, di sekitar area kos-kosan, di dekat pasar, atau daerah dengan permukiman padat.
  • Pelanggan pekerja harian, sopir angkot, ojek online, dan bapak-bapak nongkrong.

Tips penjualan dengan kopi sachet:

  • Kalau kamu menjual kopi sachet dalam bentuk minuman dingin, kamu bisa tambahkan topping sederhana seperti es serut, susu kental manis, krimer atau topping lainnya untuk variasi rasa kopi mu.
  • Buat menu unik agar pelanggan lebih penasaran dan tertarik, misalnya “Kopi Dingin Es Batu Kelapa”.
  • Tawarkan kopi sachet sebagai “menu sarapan” bareng roti bakar atau gorengan dengan paket combo atau bundling.
  • Bisa juga kalau dikombinasikan dengan kopi literan: jadi menu kopi sachet untuk menu yang cepat saji, lalu kopi literan untuk pelanggan yang suka nongkrong.

2. Kopi Literan: Modal Pembuatannya Ringan, Tapi Bisa Jadi Cuan Tambahan

Tren kopi literan ini sempat booming pada saat pandemi di sekitar 2020an lalu, dan sampai sekarang ini ternyata masih ada beberapa pasar besar yang menjualnya, terutama untuk pelanggan yang malas untuk antri atau lebih suka ngopi di rumah/kantor jadi tidak bolak balik beli lagi.

Kopi literan adalah kopi susu siap minum yang dikemas dalam botol 1 liter (ada juga yang menjualnya dalam porsi 500ml), lalu dijual dalam bentuk take-away atau via delivery.

Kelebihan kopi literan:

  • Cocok buat menu pre-order: kamu bisa produksi kopi ini dalam batch besar dan kirim langsung via ojol. Ini bisa lebih menghemat waktu produksi namun kamu perlu memastikan untuk proses penyimpanan nya juga sudah benar agar kopi tidak cepat rusak.
  • Modal ringan, untung besar: modal untuk pembuatan 1 liter kopi susu bisa di bawah Rp20.000, tapi menu ini bisa dijual dengan harga kisaran Rp35.000–Rp50.000 bahkan ada yang lebih juga.
  • Efisien untuk stok: cocok jika kamu hanya punya sedikit staf. Kamu bisa menyiapkan stok nya dulu di dalam kulkas.

Kekurangan kopi literan:

  • Harus tahu cara menyimpan: jika kopi ini tidak disimpan di dalam kulkas dengan baik, rasa kopinya bisa berubah dan cepat basi ketika sudah sampai di tangan pelanggan. Bisa juga kamu tambahkan sedikit notes untuk dibaca pelanggan tentang bagaimana cara penyimpanan kopi nya yang benar.
  • Butuh konsistensi rasa: kalau rasanya berbeda-beda setiap batch, pelanggan bisa kabur. Karena bisa jadi pelanggan membeli lagi kopi mu karena dia suka degan rasa kopi yang sebelumnya, dan kalau kopi yang kamu jual rasanya tidak sama setiap kali beli ya jangan heran kalau pelanggan akan beralih ke penjual kopi literan lain yang lebih konsisten soal rasa.

Kopi literan ini lebih cocok untuk:

  • Warkop di area kos-kosan, kantor, atau kampus. Karena biasanya pelanggan tipe ini banyak yang suka membeli kopi dalam porsi besar untuk dijadikan stok.
  • Warung kopi yang punya akun media sosial aktif dan sering terima pesanan via WhatsApp/delivery apps. Kamu bisa menawarkan kopi literan yang kamu jual ini melalui media sosial, karena pelanggan yang mencari kopi literan kebanyakan mencari nya pasti secara online juga, jarang ada pelanggan yang mencari kopi literan dengan mengelilingi para penjual kopi.

Tips penjualan kopi literan:

  • Gunakan nama brand yang khas dan mudah diingat, misal nya seperti: “Es Kopi Susu Kacau by Warkop Wau”.
  • Buat promo bundling kopi, misal nya seperti: beli 1 botol kopi literan dapat 2 gelas kopi gratis kalau ajak teman.
  • Tawarkan pilihan varian rasa dari kopi yang kamu buat, misal nya seperti: kopi susu gula aren, kopi coklat, kopi regal, dsb.
  • Gunakan botol dengan desain yang menarik dan label custom untuk memperkuat branding mu, hal ini penting karena bisa membuat pelanggan tertarik dengan kopi literan yang kamu jual.

3. Kopi Fresh Brew: Kopi Dengan Cita Rasa Premium, Untuk yang Suka Ngopi Dengan Rasa Unik

Kalau kamu ingin membuat warung kopimu lebih naik kelas, bukan hanya sekedar tempat ngopi biasa, tapi juga tempat nongkrong, ngobrol ide, atau tempat “healing”, maka kopi fresh brew adalah jalan yang perlu kamu coba.

Kopi fresh brew ini artinya kopi diseduh secara langsung dari biji kopi yang baru digiling, bukan kopi yang dari bubuk instan. Kopi fresh brew bisa menggunakan metode seduh manual misalnya seperti V60, French Press, Vietnamese drip, Aeropress, dan lainnya. Banyak orang yang menganggap kopi fresh brew itu kopi yang premium, karena setiap biji kopi yang digunakan, setiap metode seduh yang dipakai bisa mempengaruhi rasa dari kopi yang dihasilkan. Bahkan dengan biji kopi dan metode seduh yang sama pun belum tentu bisa menghasilkan cita rasa kopi yang sama persis.

Kelebihan kopi fresh brew:

  • Rasa dan aroma kopi yang dihasilkan jauh lebih kompleks: hal ini biasnaya yang bikin pelanggan balik lagi. Karena hasil seduhan kopi yang kamu buat belum tentu bisa ditemukan ditempat lain.
  • Bisa menjadi topik edukasi ke pelanggan, misalnya seperti: “Ini kopi Gayo, diseduh dengan metode manual, dan rasanya dominan fruity dengan body medium.”
  • Mempunyai peluang branding tinggi: warung kopimu bisa jadi dikenal sebagai tempat ngopi fresh brew yang recommended.

Kekurangan kopi fresh brew:

  • Perlu alat dan pelatihan khusus: untuk membuat kopi fresh brew setidaknya kamu butuh grinder untuk menggiling kopimu, ketel leher angsa untuk menuangkan air, timbangan untuk menghitung komposisi kopi yang akan dibuat, dan pelatihan khusus untuk cara menyeduh kopi fresh brew.
  • Waktu seduh lebih lama: menu kopi fresh brew ini cenderung tidak cocok untuk pelanggan yang ingin serba cepat. Karena proses pembuatan kopi nya sendiri tidak bisa disamakan dengan kopi siap saji atau kopi sachet yang sangat praktis.

Kopi fresh brew cocok untuk:

  • Target anak muda, penikmat kopi atau komunitas yang suka menikmati kopi dengan konsep slow bar.
  • Lokasi strategis seperti dekat studio, coworking space, taman kota, atau tempat-tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan.

Tips penjualan kopi fresh brew:

  • Kamu bisa coba tawarkan untuk “seduh bareng” untuk membangun interaksi dengan pelanggan.
  • Buka kelas kecil atau mini-event, misalnya seperti: “Belajar Seduh Manual Bareng Dengan Kopibara”.
  • Tambahkan menu snack lokal atau kue-kue khas sebagai pendamping menu kopi nya.

Banyak warung kopi sukses yang justru tidak terpaku pada menjual satu jenis kopi saja. Mereka bisa menjual berbagai macam menu kopi dan menggabungkan ketiganya, misalnya seperti:

  • Pagi – Kopi sachet untuk pelanggan cepat saji, karena biasanya pelanggan yang membeli kopi di pagi hari butuh kopi yang simple dan bisa disiapkan dengan cepat.
  • Siang – Kopi literan bisa dikirim via ojol ke sekitar kampus, perkantoran atau perumahan. Biasanya pelanggan yang membeli kopi ini dia perlu stock untuk dia minum di satu harian penuh.
  • Sore – Kopi fresh brew untuk pelanggan nongkrong. Ketika kegiatan atau pekerjaan di hari itu sudah selesai, biasanya pelanggan sudah bisa lebih santai dan membeli kopi untuk teman nongkrong dan ngobrol.

Dengan pendekatan seperti ini, kamu bisa menjangkau berbagai segmen pelanggan tanpa mengubah konsep utama atau jenis kopi yang mau kamu jual.

Untuk bisa menjalankan warung kopi yang tahan lama bukan hanya soal jual kopi saja apalagi sekedar menjual seenaknya. Tapi juga soal memahami siapa pelangganmu, apa ekspektasinya ketika dia membeli kopimu, dan bagaimana kamu menyajikan pengalaman ngopi yang mereka inginkan.

Kalau kamu masih ragu dan bingung untuk memilih kopi apa yang cocok kamu jual di warung kopimu, coba kamu lakukan tes kecil ini deh:

  • Dalam 1 minggu pertama coba untuk fokus di penjualan kopi sachet → catat semua history penjualan
  • Di 1 minggu berikutnya, coba kamu mulai jual kopi literan → lihat feedback yang kamu dapatkan dari para pelanggan mu
  • Lalu buka sesi atau menjual “kopi manual” saat weekend

Dari situ nanti kamu bisa tahu: mana yang paling cocok dengan karaktermu dan karakternya pelanggan.

Dan kalau kamu butuh kopi biji berkualitas dengan harga grosir, jangan ragu hubungi tim Kopibara — kami selalu siap membantu mulai dari supply kebutuhan kopi, edukasi, sampai branding untuk warung kopimu.

Comments are closed.