Cara Mengatasi Jam Sepi Di Warung Kopi
Social media dan marketplace kami:
+62 853-7252-5758

Cara Mengatasi Jam Sepi Di Warung Kopi

Semua usaha termasuk usaha warung kopi pasti pernah mengalami yang namanya jam sepi. Terkadang ada di jam-jam tertentu dimana kursi masih kosong, gelas masih tersusun rapi, kipas atau tv di warung kopi yang menyala tapi nggak ada orang yang nongkrong. Banyak pemilik warkop yang menganggap jam sepi itu normal dan udah bagian dari takdir. Padahal ada banyak kasus yang justru muncul nya jam sepi itu ya karena kesalahan diri sendiri sebagai pemilik warung kopi, kesalahan-kesalahan kecil yang nggak disadari tapi bisa sangat mempengaruhi operasional bisnis.

Pertama, kita perlu luruskan dulu tentang pemahaman jam sepi ini. Jam sepi yang bisa di alami oleh semua jenis bisnis ini termasuk normal. Bahkan warung kopi legendaris sekalipun juga bisa kok punya jam-jam yang nggak selalu ramai. Tapi jam sepi ini bisa jadi masalah kalau terjadinya ketika:

  • Jam sepi semakin hari semakin panjang / lebih lama dari sebelum nya
  • Pelanggan lama banyak yang tidak kembali lagi ke warung kopi
  • Orang yang lewat banyak yang tidak tertarik untuk mampir

Kalau udah di titik ini, jam sepi yang terjadi udah bukan lagi soal warung kopi yang nggak ramai, tapi soal bagaimana strategi mu selanjutnya untuk menjalankan bisnis warung kopi ini.


Kesalahan Pertama: Jam Buka & Jam Tutup Nggak Sesuai Pola Orang Nongkrong

Banyak warung kopi yang jam buka nya ditentukan karena “kebiasaan”, bukan karena menyesuaikan kebutuhan pasar. Contohnya:

  • Buka di jam 10 pagi, padahal target pasarnya buruh & tukang yang nongkrong nya pagi sebelum mulai mengerjakan proyeknya.
  • Tutup di jam 10 malam, padahal lingkungan di sekitar justru ramai nya diatas jam 11 malam
  • Nutup warung kopi pas dengan jam hujan, padahal itu waktu emas untuk orang mampir dan cari kopi hangat.

Untuk bisa tahu kapan jam buka dan jam tutup terbaik untuk warung kopi mu, kamu bisa mengamati flow warung kopi mu selama 3 hari berturut-turut dan mencatat: jam berapa pelanggan mulai berdatangan, jam berapa kondisi warung yang paling kosong, dan jam berapa kondisi warung yang paling ramai. Memang terlihat sederhana, tapi dengan mengubah jam buka atau jam tutup 1-2 jam saja ini bisa mempengaruhi jam sepi mu secara signifikan. Jadi penting untuk tahu kapan jam terbaik operasional warung kopi mu.


Kesalahan Kedua: Jam Sepi Diperlakukan Seperti Jam Mati

Ini kesalahan yang paling sering dilakukan secara tidak sadar. Biasanya saat warung kopi sepi, banyak pemilik warkop yang main hp, ngerokok di pojokan warkop, mengomel dan mengeluh kenapa warung kopi nya sepi. Padahal kalau misalnya tiba-tiba ada pelanggan yang datang di jam yang sepi ini, lalu mereke merasakan suasana warung kopi yang penjual nya saja nggak sigap dan vibes nya negatif, kemungkinan besar pelanggan baru nggak mau balik lagi.

Seharusnya di jam sepi itu bisa jadi waktu yang paling sigap untuk melayani pelanggan yang datang tiba-tiba, bisa memberikan pelayanan yang paling cepat, dan juga suasana yang paling ramah. Karena kesan pertama yang buruk justru sering terjadi nya di jam-jam sepi.


Kesalahan Ketiga: Suasana yang Nggak Bersahabat di Jam Sepi

Karena di jam sepi itu suasana nya bisa menjadi lebih sensitif, coba perhatikan hal-hal ini deh untuk beberapa kesalahan yang sering terjadi tanpa disadari:

  • Suara musik yang terlalu keras
  • Musik mati total (sunyi dan tidak ada suara sama sekali)
  • Lampu terlalu terang atau malah terlalu redup berlebihan, membuat mata tidak nyaman
  • Meja bangku berantakan dan kotor

Padahal kalau kamu bisa menjaga kondisi warung kopi tetap bersih, dengan sedikit suara musik pelan, bangku yang rapi, dan juga dilayani oleh penjual dengan mood yang bagus, orang yang baru mampir sekalipun pasti akan merasa nyaman untuk ngopi disini.


Kesalahan Keempat: Menganggap Setiap Jam Buka Harus Selalu Ramai

Hal paling penting tentang jam operasional apalagi di warung kopi itu adalah, nggak semua jam harus selalu ramai. Biasanya beberapa pemilik warung kopi akan merasa panik ketika terjadi jam sepi, lalu mengubah harga sembarangan atau menjadi sangat murah dengan harapan bisa menarik pelanggan, bahkan ada juga yang sampai menyalahkan lokasi, cuaca, dan kompetitor bisnis serupa di sekitar.

Padahal selama jam sepi terjadinya masih dalam waktu yang wajar, justru hal ini bisa jadi waktu “nafas” untuk jeda sejenak sebelum jam ramai lagi. Yang penting itu bukan jam sepi tidak boleh terjadi sama sekali, tapi jam sepi boleh terjadi selama operasional di hari tersebut tidak kosong total.


Jadi kesimpulan nya, jam sepi itu masih bisa kamu atur dan atasi. Jam sepi itu bukan untuk ditakuti apalagi sampai menganggap nya sebagai takdir. Justru kamu perlu cek apakah jam sepi yang terjadi itu karena:

  • Salah jam buka-tutup yang tidak sesuai target market.
  • Salah sikap, tidak ramah kepada pelanggan, mood sering buruk ketika melayani.
  • Salah suasana yang membuat nongkrong menjadi tidak nyaman.

Comments are closed.