Kenapa Menu Es Kopi di Warkop Cenderung Lebih Sering Berubah Rasanya?

Banyak pemilik warung kopi yang sering mempunyai masalah yang sama tentang menu kopi nya, yaitu menu es kopi dingin nya bermasalah dans ering berubah-ubah rasanya. Padahal kalau membuat menu kopi panas rasanya bisa lebih konsisten, tapi kalau membuat es kopi dingin kenapa kok sering tidak sama rasanya? Padahal bubuk kopi yang dipakai sama, resepnya sama, bahkan orang yang menyeduh kopi nya pun juga sama tapi hasil akhirnya bisa berbeda.
Walaupun pada akhirnya banyak yang lebih memilih menggunakan bubuk-bubuk sachet instant agar rasa es kopi yang dihasilkan tetap sama, tapi bingung juga karena jadinya rasa es kopi nya pasaran dan sama dengan warung-warung kopi yang lain.
Kopi Dingin Itu Lebih “Terasa” daripada Kopi Panas.
Kopi dingin itu “terasa” aslinya daripada kopi panas.
Hal pertama yang perlu dipahami:
kopi dingin jauh lebih jujur.
Di kopi panas:
- Uap panas bantu ngangkat aroma
- Rasa pahit terasa lebih “bulat”
- Kesalahan kecil bisa ketutup suhu
Di kopi dingin:
- Aroma lebih datar
- Rasa manis, asam, pahit lebih kelihatan
- Sedikit salah, langsung terasa
Makanya, kopi dingin itu nggak memaafkan kesalahan.
1. Es Batu: Faktor Utama Pengubah Rasa Kopi
Es batu itu bukan cuma sebagai pendingin minuman saja. Karena kalau ditambahkan ke menu kopi maka bisa dibilang es batu itu juga menjadi bagian dari resep menu yang akan dibuat. Yang biasanya menjadi masalah kalau kondisi es batu nya cepat cair, bentuk nya kecil-kecil, dan disimpan di tempat terbuka. Karena es batu yang seperti ini bisa membuat rsa kopinya menjadi:
- menu es kopi cepat encer
- karaker rasa kopi bisa hilang dalam waktu 5-10 menit
- kopi susu menjadi hambar
- es kopi hitam rasa pahitnya menjadi tipis
Kalau di kopi panas, air yang dipakai cuma dari air yang ditambahkan ketika kopi tersebut diseduh. Sedangkan kalau kopi dingin, air bisa terus bertambah seiring es baru mencair, hal inilah yang membuat rasa es kopinya bisa berubah setiap menitnya.
2. Takaran Kopi untuk Dingin ≠ Takaran Kopi Panas
Kesalahan fatal yang sering dilakukan ketika membuat kopi adalah, menggunakan takaran kopi yang sama untuk membuat kopi panas dan kopi dingin, cuma beda ditambahan es batu nya saja. Padahal kalau kamu pakai takaran kopi panas untuk membuat kopi dingin, hasilnya pasti akan membuat rasanya menjadi terlalu ringan, kurang terasa body kopinya, dan juga cepat hilang saat es nya mencair.
Takaran untuk membuat kopi dingin harus dibedakan dengan ketika membuat kopi panas. Kenapa harus dibedakan? Karena di kopi dingin itu ada tambahan air dari es batu yang dipakai, lalu suhu dingin bisa menekan rasa pahit dan manis yang dihasilkan, juga kopi kana terasa lebih ringan di lidah.
3. Kopi Panas yang Langsung Dikasih Es Bisa Merusak Rasa Kopinya
Banyak warkop yang membuat menu kopi dingin nya dengan cara menyeduh kopi panas seperti biasa, lalu langsung tuang ke gelas yang sudah dikasih es batu. Cara ini memang cepat dilakukan, tapi dampak dari kopinya akan:
- shock karena perubahan suhu yang ekstrem
- aroma bisa hilang mendadak karena perubahan suhu tadi
- rasa pahit dari kopi menjadi lebih tajam
Bukan berarti kalau kamu termasuk orang yang membuat es kopi dengan cara ini jadi salah total, bisa tapi butuh penyesuaian. Karena kalau kamu hanya menuangkan kopi panas apa adanya langsung diatas es batu, hasil rasa kopi dingin nya akan terasa kasar dan tidak seimbang.
4. Air & Es Menjadi Lebih Dominan Rasanya Dibandingkan Kopi Itu Sendiri
Kalau membuat kopi panas, menyeduh dengan porsi air yang kurang bagus rata-rata masih bisa “ditoleransi”. Tapi kalau kamu membuat kopi dingin, kualitas air dan es yang kamu pakai justru akan menjadi penentu rasa utama nya.
Misalnya kalau ada sedikit saja bau di air nya maka hasil akhir es kopi dingin nya juga akan langsung terasa dan akan menempel lebih lama di aftertaste. Sedangkan kalau ada sedikit rasa aneh di es batu yang dipakai, pelanggan akan langsung sadar karena bisa membuat rasa kopinya “kurang segar” juga.
Itulah kenapa kalau air dan es batu yang dipakai kurang bagus maka kopi dingin yang dihasilkan juga akan terasa:
- Flat, hambar
- Nggak bersih, aftertase tidak nyaman di lidah
- Kurang nikmat walau manis
5. Gelas & Plastik Lebih Berpengaruh di Minuman Dingin
Minuman dingin lebih lama berada di gelas atau plastik, karena suhu dingin bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan kopi panas yang justru tidak enak dinikmati kalau suhu nya sudah dingin. Tapi masalahnya adalah, gelas plastik itu lebih mudah berbau dan cup yang dipakai bisa menyerap aroma kopi lebih lama.
Kalau di kopi panas, aroma kopi nya bisa menguap. Sedangkan kalau di kopi dingin, aroma kopi bisa bertahan sampai habis. Jadi kalau gelas atau plastik yang kamu pakai kurang bersih, pelanggan mu juga pasti akan menyadari kalau ada rasa yang “aneh” di rasa kopinya.
6. Kopi Dingin Lebih Lama Diminum, Jadi Lebih Banyak Waktu untuk Rusak
Kopi panas itu cenderung lebih cepat habis karena kalau suhu nya sudah dingin rasanya pun jadi tidak enak untuk dinikmati. Jadi kebanyakan di kopi panas bisa habis dalam kondisi yang relatif sama, tidak ada banyak yang berubah.
Sedangkan kalau kopi dingin itu cenderung dinikmatinya secara pelan-pelan. Kopi dingin bisa dinikmati 15-30 menit setelah kopi ini dibuat, bahkan bisa lebih lama lagi apalagi kalau es batu nya masih ada. Karena pelanggan cuma tau kalau suhu es kopi nya masih dingin berarti masih bisa dinikmati, yang padahal semakin seiring waktu rasa kopinya bisa berubah walaupun suhu nya masih dingin. Jadi semakin lama kopi dingin ini dibiarkan maka rasanya akan semakin rusak. Kecuali kalau kamu bisa membuat es kopi dingin yang rasanya selalu stabil, es batu tahan cair, dan tetap enak diminum dalam waktu yang lama.
7. Lingkungan di Warkop Ikut Mempengaruhi Rasa Kopi Dingin
Hal yang sering nggak disadari di lingkungan sekitar warung kopi itu:
- Cuaca cenderung panas dan membuat es batu lebih cepat cair
- Gelas panas karena disimpan sembarangan
- Freezer sering di buka-tutup terus
- Es tidak sempat “matang” sempurna
Semua hal ini bisa membuat rasa dari es kopi dingin jadi lebih sulit konsisten, terutama di jam-jam ramai yang pasti lebih susah untuk memastikan kualitas kopinya.
Jadi intinya kopi dingin itu bukan versi dari kopi panas yang “dituang es” saja. Karena kopi dingin juga bisa mempunyai karakter rasanya sendiri dan mempunyai standar rasanya sendiri.
Sedangkan kalau di warung kopi, kenapa menjaga rasa kopi dingin itu lebih sulit karena ada faktor-faktor lain seperti dari es batu yang terus mencair, pemilihan air dan gelas yang dipakai untuk menyajikan kopi.
Tapi kekurangan dari menjual es kopi dingin di warung kopi justru juga bisa menjadi peluang utama kalau kamu bisa mengatasi masalah ini. Kamu akan menjadi pemilik warung kopi yang bisa menyajikan menu es kopi yang selalu konsisten dan rasanya segar.

Previous Post
Next Post