Sering Dengar Istilah Kopi Merupakan Komoditas Nomor Dua di Dunia, Apa Sih Maksudnya?
Social media dan marketplace kami:
+62 853-7252-5758

Sering Dengar Istilah Kopi Merupakan Komoditas Nomor Dua di Dunia, Apa Sih Maksudnya?

a man sitting at a table reading a newspaper

Kamu tahu nggak kalau saat ini, setiap hari, miliaran orang di seluruh dunia ini memulai rutinitas nya dengan secangkir kopi di pagi hari. Ada yang menikmati kopi di warkop sederhana sambil mengobrol, ada yang memilih ngopi di cafe dengan suasana yang tenang, ada juga yang lebih suka menyeduh kopi nya di rumah sebelum mulai beraktivitas. Kopi bukan hanya sebagai pengusir kantuk, tapi sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup, sudah seperti teman kerja bahkan sebagai identitas budaya di banyak negara. Popularitas kopi terus naik dari genarasi ke generasi selanjutnya, yang akhirnya bisa membuat keberadaan kopi ini tidak pernah kehilangan tempat di hari para penikmat nya.

Di balik popularitas nya kopi itu, ada fakta yang mungkin sudah sering kita dengar yaitu tentang kopi yang sering disebut sebagai komoditas nomor dua paling banyak diperdagangkan di dunia, tepat setelah minyak bumi yang ada di nomor pertama. Julukan ini muncul karena kopi tidak hanya dikonsumsi secara masif, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi global yang melibatkan jutaan petani, eksportir, hingga barista di kedai kecil. Dari biji kopi yang tumbuh di perkebunan tropis hingga secangkir kopi yang bisa kita nikmati setiap hari, ada perjalanan panjang yang membuat setiap kopi menjadi begitu bernilai. Tapi, apa sih sebenarnya alasan kopi bisa mendapatkan julukan sebesar itu?

Keberadaan Kopi: Berawal Dari Perkebunan Hingga Bisa ke Pasar Dunia

Kopi termasuk sebagai tanaman tropis. Yang artinya, tidak semua negara bisa menanam dan membudidayakan kopi dengan hasil maksimal. Sehingga produksi kopi terkonsentrasi di negara-negara yang lokasinya ada di sepanjang “sabuk kopi” (coffee belt), yaitu wilayah yang berada sejajar di sekitar garis khatulistiwa.

Beberapa produsen terbesar kopi yang sudah dunia adalah:

  • Brasil (pemimpin produksi global)
  • Vietnam (spesialis kopi robusta)
  • Kolombia (penghasil kopi arabika terkenal)
  • Indonesia (salah satu 5 besar produsen di dunia)
  • Ethiopia (asal mula dari kopi arabika)

Dari perkebunan-perkebunan inilah kopi yang masih mentah (green beans) biasanya diekspor ke seluruh dunia. Negara-negara yang tidak bisa menanam kopi, seperti Amerika Serikat, Jepang, atau negara-negara Eropa yang akan menjadi konsumen terbesar.

Nilai Ekonomi Kopi

Menurut International Coffee Organization (ICO), perdagangan kopi global bernilai miliaran dolar setiap tahunnya. Ada lebih dari 125 juta orang di dunia yang hidup nya bergantung pada produksi kopi, mulai dari petani, pedagang, eksportir, roastery, hingga barista dan pemilik kedai kopi kecil.

Selain itu jumlah konsumsi kopi setiap tahun nya juga terus meningkat. Diperkirakan lebih dari 2,25 miliar cangkir kopi diminum setiap hari. Angka ini saja sudah menunjukkan kalau kopi bukan sekadar produk pertanian saja, tapi sebagai komoditas raksasa yang bisa menggerakkan ekonomi global.


Kenapa Disebut Komoditas Nomor Dua?

Kenapa Kopi bisa disebut sebagai komoditas nomor dua? Julukan ini muncul karena beberapa alasan:

  1. Volume Perdagangan Kopi yang Masif
    Kopi termasuk salah satu produk pertanian dengan volume ekspor tertinggi di dunia. Hampir setiap negara terhubung dalam rantai pasok kopi, baik sebagai produsen maupun konsumen.
  2. Permintaan Konsumen yang Stabil
    Tidak seperti komoditas lain yang fluktuatif, kopi punya basis konsumen yang loyal. Dari pagi sampai malam, dari warung kecil sampai kafe mewah, kopi selalu dicari.
  3. Nilai Ekonomi Global yang Besar
    Sejak abad ke-18, kopi sudah jadi komoditas penting dalam perdagangan kolonial. Hingga kini, posisinya tidak tergeser. Walaupun ada produk lain yang sesekali naik daun, kopi tetap masuk top list komoditas dunia.
  4. Simbol Gaya Hidup Global
    Kopi bukan sekadar barang dagangan. Ia identik dengan budaya nongkrong, produktivitas, dan kreativitas. Hal ini membuat konsumsi kopi tidak pernah menurun secara drastis.

Namun perlu dicatat, bahwa klaim “kopi adalah komoditas nomor dua setelah minyak bumi” tidak selalu mutlak benar secara statistik. Yang artinya meskipun bukan angka absolut, sebutan itu sudah melekat karena mencerminkan betapa pentingnya kopi di dunia perdagangan global.

  • Dalam beberapa laporan ekonomi, ada komoditas lain (misalnya seperti gas, emas, atau gandum) yang secara nilai bisa lebih tinggi dari kopi.
  • Namun, kopi memang selalu menempati posisi atas sebagai komoditas pertanian paling besar dalam perdagangan internasional.

Jadi, kenapa kopi disebut sebagai komoditas nomor dua di dunia? Karena kopi punya perdagangan global yang masif, nilai ekonomi miliaran dolar, serta konsumsi yang stabil di seluruh dunia.

Mungkin angka pastinya bisa berbeda tergantung data, tapi satu hal pasti: kopi adalah salah satu komoditas paling berpengaruh di planet ini. Jadi, saat kamu menikmati secangkir kopi di warkop, sadarilah bahwa kamu sedang jadi bagian dari cerita besar perdagangan dunia. Dari petani di dataran tinggi Nusantara, sampai ke cangkirmu hari ini.