Manfaat, Rekomendasi dan Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Tubuh
Social media dan marketplace kami:
+62 853-7252-5758

Manfaat, Rekomendasi dan Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Tubuh

Jika dikonsumsi sesuai anjuran, manfaat kopi bagi kesehatan antara lain:

  • Mencegah diabetes tipe 2
  • Mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.
  • Menghilangkan sakit kepala.

Rekomendasi dan waktu terbaik untuk minum kopi adalah:

  • Minumlah 2 jam setelah bangun tidur atau setelah makan siang.
  • Konsumsi maksimal 6 jam sebelum tidur.
  • Jangan minum banyak! Jumlah maksimal kafein adalah 300 mg per hari (sekitar dua cangkir).
  • Hindari menambahkan gula.
  • Jangan menambahkan krimer
  • Jauhi produk kopi sachet.

Sebelum kita mengetahui tentang manfaat, rekomendasi, dan waktu minum kopi yang baik bagi tuubuh. Alangkah baiknya kamu sebagai Pecinta Kopi Sejati, jika kamu tertarik usaha kopi bisa #kerjasamakopi bersama Bumi Boga Laksmi. Pesan Sekarang! -> https://www.bumibogalaksmi.com/.

Manfaat, Rekomendasi dan Waktu Minum Kopi

Bagi sebagian orang, minum kopi adalah gaya hidup yang tidak bisa mereka tinggalkan. Entah itu begadang, berkumpul bersama teman, atau meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Tahukah Anda bahwa minum kopi juga memiliki manfaat bagi tubuh asalkan Anda meminumnya sesuai anjuran dan waktu terbaik?

Jika Anda belum mengetahuinya, maka Anda membaca artikel yang tepat. Karena ternyata banyak sekali kebiasaan buruk minum kopi yang cenderung dilakukan oleh orang-orang yang meminum minuman ini.

Pada artikel kali ini kami akan membahas waktu terbaik minum kopi beserta rekomendasinya agar minuman pahit ini tidak kehilangan manfaatnya. Kami berharap setelah membaca uraiannya Anda akan lebih bijak dalam meminum minuman ini. Sebab jika dikonsumsi sembarangan dan berlebihan, kopi yang menyehatkan pun bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Manfaat Kopi Bagi Tubuh

Tak hanya nikmat, meminum kopi pahit membawa banyak manfaat bagi tubuh jika diminum sesuai anjuran dan waktu yang tepat. Tahukah Anda, setidaknya ada tiga penyakit serius yang bisa dicegah dengan makan teratur sesuai aturan?

1. Mencegah diabetes tipe 2

Menurut penelitian yang dipimpin oleh Fredrik Brustad Millby dari Departemen Endokrinologi dan Penyakit Dalam di Rumah Sakit Universitas Aarhus di Denmark, kopi mengandung zat bernama cafestol yang dapat meningkatkan produksi insulin dalam tubuh.

Jika Anda belum tahu, insulin merupakan hormon yang mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Berkat hormon ini, tubuh dapat mengubah glukosa menjadi energi atau menyimpan kelebihan glukosa dalam bentuk cadangan energi.

2. Mencegah penyakit saraf seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer

Tak hanya diabetes, minuman ini juga mampu mencegah penyakit degeneratif seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson. Jika Anda belum mengetahuinya, kedua kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya ingatan, penurunan fungsi saraf, hingga demensia.

Klaim ini dibuktikan oleh National Institute of Food and Nutrition of Poland pada tahun 2016. Penelitian mereka menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko 65% lebih rendah terkena penyakit Alzheimer dan 40% lebih rendah terkena penyakit Alzheimer. .

Dalam tingkat yang lebih ringan, kafein dalam kopi memiliki efek meredakan sakit kepala untuk sementara. Oleh karena itu, di negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris atau Jepang, minuman ini dianggap sebagai analgesik untuk mengatasi mabuk. Namun, efektivitasnya bergantung pada ketahanan seseorang terhadap kafein.

Selain meredakan penyakit, merendam biji kopi juga dapat membantu Anda berolahraga dan menurunkan berat badan. Seperti yang telah dijelaskan di atas, asam klorogenat berfungsi memberikan energi dengan cara membakar lemak darah. Jadi ada baiknya meminumnya sesaat sebelum berolahraga.

3. Terhindar radikal bebas

Kopi kaya akan antioksidan, seperti teh, melati atau melati, senyawa ini dapat mengusir radikal bebas akibat sinar matahari, asap rokok, radiasi, polusi, dll.

Radikal bebas sendiri dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh jika dibiarkan. Tidak hanya menyebabkan penuaan dini, senyawa ini juga dapat menyebabkan kanker.

Mengonsumsi makanan atau minuman kaya antioksidan mungkin menjadi salah satu cara termudah untuk menghindarinya. Namun tentunya hal tersebut perlu Anda imbangi dengan mengonsumsi makanan bergizi, banyak berolahraga, menggunakan tabir surya atau sunblock saat beraktivitas di luar ruangan, dan sebagainya.

Rekomendasi minum kopi

Asalkan Anda mengikuti anjuran yang diberikan, minum kopi memiliki manfaat baik bagi tubuh. Agar tidak sembarangan mengonsumsi minuman pahit ini, perhatikan anjuran dan cara meminumnya berikut ini.

1. Jangan minum terlalu banyak

Ada pepatah bijak:

“Terlalu banyak hal baik bisa berakibat buruk.”

Sama seperti kopi, jika diminum terlalu banyak bisa berbahaya bagi tubuh. Efek samping dari terlalu banyak minum kopi antara lain sakit perut, mual, cemas, dan peningkatan detak jantung.

Lalu berapa dosis yang tepat? Jawabannya tergantung pada berat badan, golongan darah, usia, dan resistensi kafein Anda. Oleh karena itu, dosis maksimal pada setiap orang mungkin berbeda.

Namun banyak ahli nutrisi yang sepakat bahwa batas aman minuman ini adalah 300 hingga 400 mg per hari. Jika Anda tidak tahu cara menimbangnya, sekitar dua cangkir adalah ukuran normal per hari.

2. Jangan tambahkan gula

Meski identik dengan rasa pahit, namun biji tanaman kopi mengandung gula alami. Bahkan setelah dipanggang, kandungan gula pada bijinya tidak hilang, melainkan menjadi karamel.

Selain mengandung gula alami, bijinya juga mengandung asam klorogenat yang membakar lemak dalam darah dan mengubahnya menjadi energi. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa seseorang langsung merasa lebih fokus dan termotivasi setelah minum kopi.

Sayangnya, sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis ini. Oleh karena itu, pembakaran lemak dalam darah tidak terjadi karena tubuh memperoleh energinya dari gula.

Agar manfaat kopi tidak hilang, jangan tambahkan gula. Cobalah biasakan lidah Anda dan temukan kenikmatan di balik rasanya yang pahit. Gunakan produk yang menjual biji kopi terbaik untuk menjaga momen ngopi Anda tetap nikmat.

3. Hindari Creamer

Setelah menghindari gula, hal kedua yang harus dihindari adalah creamer. Meski tidak menghilangkan manfaat minum kopi, namun krimernya sendiri mengandung bahan-bahan yang tidak sehat bagi tubuh.

Creamer ini tidak sehat karena menggunakan lebih banyak bahan seperti minyak kelapa atau minyak sayur. Akibatnya, jumlah kalori dan lemak jenuh dalam minuman Anda pun akan meningkat. Selain itu, komposisi krimnya banyak mengandung bahan-bahan yang tidak alami.

Beberapa orang menambahkan krim pada kopi agar rasanya lebih enak. Jika Anda tidak terlalu menyukai kopi hitam, lebih baik tambahkan susu murni atau susu kental ke dalam minuman.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nestlé Research Center, terbukti bahwa penambahan krim menurunkan kinerja asam klorogenat dalam darah. Pada saat yang sama, menambahkan susu murni ke dalam kopi tidak mempengaruhi kinerja zat ini.

4. Jauhi kopi instan

Anjuran terakhir untuk merasakan manfaat konsumsi kopi adalah menjauhi produk instan. Apalagi jika itu jenis kopi yang dicampur susu, seperti cappucino atau latte.

Pasalnya, produk instan kerap menggunakan tepung jagung sebagai bahan pengentalnya. Jadi jika melihat bagian belakang kemasannya, kalori dalam secangkir kopi cukup tinggi.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Pharmaceutical and Medical Research, 30 pria dan wanita dewasa sehat diberi kopi instan pagi dan sore hari selama 14 hari. Hasilnya, berat badan wanita yang berpartisipasi dalam uji coba bertambah setelah eksperimen.

Waktu terbaik minum kopi

Kapan waktu terbaik untuk minum kopi? Pada pukul berapa? Malam? Atau di siang hari? Jawaban yang benar tergantung pada gaya hidup Anda. Jika Anda bingung, lanjutkan membaca artikel ini untuk mendapatkan penjelasannya.

1. Dua jam setelah bangun tidur

Bagi sebagian orang, ngopi di pagi hari adalah aktivitas yang tidak bisa mereka tinggalkan. Faktanya, banyak orang yang mengikuti rutinitas ini, ada pepatah yang mengatakan: “Jika Anda belum minum kopi, Anda melewatkan sesuatu.” » Dan ini bukan hanya tentang ekspresi: meme yang menggambarkan orang-orang dalam suasana hati yang buruk meskipun belum minum kopi juga tersebar luas di Internet.

Inilah sebabnya banyak orang beranggapan bahwa waktu terbaik untuk minum kopi adalah setelah bangun tidur, padahal hal ini tidak disarankan. Meski godaan untuk minum secangkir kopi di pagi hari kuat, namun ternyata waktu terbaik adalah dua jam setelah bangun tidur.

Memang kadar kortisol dalam tubuh mencapai puncaknya saat Anda bangun tidur. Jika Anda belum mengetahuinya, hormon ini mengatur metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh.

Lindy Cohen, pakar nutrisi Australia, menjelaskan kepada CNN Indonesia: “Kafein mempengaruhi produksi kortisol dalam tubuh. Jika kopi adalah hal pertama yang Anda buat di pagi hari, tubuh Anda memproduksi lebih sedikit kortisol dan Anda menjadi kecanduan kafein untuk bahan bakar Anda. kebutuhan energi.”

Hal ini menjelaskan mengapa beberapa orang yang mengikuti rutinitas pagi minum kopi merasa lesu di pagi hari jika tidak minum kopi. Minum kopi yang mempunyai manfaat baik bisa membuat ketagihan.

Oleh karena itu, jika Anda biasanya bangun pagi, waktu terbaik untuk minum kopi adalah antara pukul 09.00 hingga 10.00, saat kortisol sedang menurun. Jika Anda biasanya bangun terlambat, berikan diri Anda waktu istirahat setidaknya sekitar dua jam setelah bangun tidur.

2. Dua jam setelah makan siang

Waktu terbaik kedua untuk minum kopi adalah setelah makan siang. Sebab setelah makan siang, biasanya orang mulai merasa mengantuk dan sulit berkonsentrasi. Oleh karena itu, mengonsumsi minuman ini saat ini dapat menjaga konsentrasi Anda.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jeda. Jangan minum kopi di waktu yang sama atau tepat setelah makan siang, usahakan meminumnya sekitar satu atau dua jam. Dengan cara ini, penyerapan makanan Anda akan maksimal.

Tak hanya mengganggu penyerapan makanan, meminum kopi langsung atau saat makan ternyata berdampak buruk bagi tubuh. Menurut penelitian, kombinasi lemak dan kafein secara signifikan meningkatkan kadar gula darah hingga dua kali lipat. Padahal, jika efek ini terjadi terus-menerus, bisa berujung pada penyakit diabetes.

Salah satu manfaat minum kopi adalah pencegahan penyakit diabetes. Oleh karena itu, usahakan meminum minuman ini pada waktu yang terbaik agar zat-zat yang tadinya menyehatkan tidak berubah menjadi racun bagi tubuh.

3. Enam jam sebelum tidur

Zat terpenting yang dikandung secangkir kopi adalah kafein. Zat ini mampu memberikan dorongan energi dengan membakar lemak darah, sehingga Anda bisa mendapatkan kembali motivasi ketika otak Anda terasa lelah.

Oleh karena itu, banyak orang yang beranggapan bahwa waktu terbaik untuk minum kopi adalah saat menjelang tidur larut malam. Faktanya, hal tersebut dapat mengganggu kualitas tidur jika Anda termasuk orang yang sensitif terhadap kafein. Apalagi jika Anda pernah menderita insomnia atau sulit tidur.

Pasalnya, efek zat tersebut bertahan lama di dalam tubuh. Meski bergantung pada toleransi individu, berat badan, dan usia, sebagian besar ahli nutrisi sepakat bahwa kafein sebaiknya dikonsumsi setidaknya enam jam sebelum tidur.

Jika Anda membaca banyak artikel di Internet, banyak orang yang menulis bahwa waktu terbaik untuk minum kopi adalah sebelum jam 2 siang. Sebenarnya tidak harus terlalu ketat, karena waktu tidur setiap orang berbeda-beda. Cukup sesuaikan waktu minum dengan waktu tidur Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ada yang bisa dibantu?